Kacang tanah yang masih ada kulitnya
alias belum di kupas kulitnya, di sangrai dengan pasir putih sampai warna kulit
kacang menjadi kehitaman.
Biji kacang yang masih terbungkus
kulit ari diberi bumbu bawang putih dan garam lalu dikeringkan (diangin-angin).
Kemudian digoreng dengan pasir putih sampai masak. Jangan lupa, kacang dituang
ke pasir setelah pasir dalam keadaan panas.
Bahan baku kerupuk tengiri adalah
bontosan (Bontosan merupakan bahan baku kerupuk tengiri. Daging ikan tengiri
yang dihaluskan dicampur dengan tepung beras dan dibentuk gelondongan seperti
kapsul lalu dibungkus daun pisang/plastik kemudian dikukus) yang diiris tipis
lalu dijemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering. Setelah kering
digoreng dengan minyak goreng atau dengan pasir putih (istilahnya kerupuk
bakar).
Bahan baku kerupuk kerapu adalah
bontosan (Bontosan merupakan bahan baku kerupuk kerapu. Daging ikan kerapu yang
dihaluskan dicampur dengan tepung beras dan dibentuk gelondongan seperti kapsul
lalu dibungkus daun pisang/plastik kemudian dikukus) yang diiris tipis lalu
dijemur di bawah sinar matahari sampai benar-benar kering. Setelah kering
digoreng dengan minyak goreng atau dengan pasir putih (istilahnya kerupuk
bakar).
Bahan pembuat carang madu adalah
tepung beras, gula merah, dan bumbu (garam dll.). Cara pembuatannya :
tepung dibuat adonan agak encer dan dibentuk seperti sarang/jaring laba-laba
(dengan media plastik yang diberi lubang kecil di sudutnya) lalu dijemur hingga
kering. Setelah itu digoreng, selagi masih panas diberi tetesan adonan gula
merah.
Asal mula durian ini adalah dari
Dukuh Randusari Desa Tahunan – Jepara. Bentuk buahnya bulat telur terbalik
(ujungnya agak runcing), kulit buahnya tipis (+ 3 mm), dan warnanya hijau
kekuningan. Daging buah berwarna kuning, berserat halus, agak lembek, dan
rasanya sangat manis, namun aromanya tidak begitu tajam / menyengat. Jumlah
pongge per buah berkisar antara 5-10 biji sempurna. Ukuran bijinya kecil dan
berbentuk lonjong. Kemampuan produksi antara 50 – 150 buah per pohon dengan
berat buah masing-masing antara 1 kg. – 1,5 kg. Durian Petruk sekarang sudah
dilepas sebagai varietas unggul nasional dan terus diteliti untuk dikembangkan.
Setiap tahun, di Jepara selalu diadakan Lomba Buah-Buahan dengan durian sebagai
kontestan utamanya. Event ini berlangsung pada bulan Desember, saat musim
durian mencapai puncaknya. Sentra penjualan durian di Jepara adalah Pasar
Ngabul (7 km sebelum masuk kota Jepara dari arah Kudus). Tapi jika anda ingin
menikmati buah durian sambil menikmati suasana pedesan, anda dapat membeli
langsung kepada pemilik pohon yang tersebar hampir disemua desa di Kecamatan
Tahunan dan Kecamatan Jepara, dan biasanya harganya lebih murah.
- Jeruk Jepara (Limnocitrus littoralis (Mig) Swing)
Jeruk Jepara alias jeruk swing
(Limnocitrus littoralis (Mig) Swing), tanaman ini memiliki kekuatan yang luar
biasa. Antara lain tahan penyakit dan mampu hidup di tanah berpasir yang
berkadar garam tinggi. Juga banyak terdapat di daerah rawa-rawa di pinggir
pantai dan tepian sungai dekat pantai. Sifat pertumbuhan tanaman mirip sekali
dengan pohon bakau.Ketika hampir seluruh tanaman jeruk di pantai utara Jawa
Tengah terserang penyakit, ternyata jeruk jepara masih tetaptegar bertahan,
sehat dan tidak terkena pengaruh apa-apa. Ini membuktikan bahwa jeruk jepara
cukup ampuh dan dapat dipergunakan sebagai batang bawah jeruk komersial yang mudah
terserang penyakit. Sebagai batang bawah kemungkinan besar jeruk jepara dapat
digunakan sebagai ‘anti’ penyakit CVPD.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar